Gerbang Peutjoet Kerkoff: Pengingat Perjuangan dan Pengorbanan di Tanah Aceh

Minggu, 5 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Peutjoet Kerkoff, Aceh/(Instagram@history_nusantara_id).

Gerbang Peutjoet Kerkoff, Aceh/(Instagram@history_nusantara_id).

BANDA ACEH (MA) Gerbang Peutjoet Kerkoff adalah salah satu monumen bersejarah di Banda Aceh yang sarat akan kisah perjuangan dan pengorbanan.

Tempat ini tidak hanya menjadi kuburan bagi ribuan tentara Belanda, tetapi juga mengingatkan kita pada salah satu tokoh besar, Meurah Pupok, putra Sultan Iskandar Muda yang dihukum karena kesalahannya.

BACA JUGA...  Syaiba Ibrahim: Pramuwisata Kunci Pengembangan Pariwisata

Nama “Peutjoet” berasal dari Pocut, gelar yang diberikan kepada putra Sultan Iskandar Muda, Meurah Pupok.

Tempat ini adalah lokasi peristirahatan terakhir Meurah Pupok setelah ia dieksekusi oleh ayahnya sendiri akibat pelanggaran hukum.

Kerkoff, yang berarti kuburan dalam bahasa Belanda, menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting.

Di sini, lebih dari 2.200 tentara Belanda dimakamkan, termasuk prajurit Marsose dari Ambon, Jawa, dan Manado.

BACA JUGA...  Aceh International Diving Festival and Championship Siap Digelar di Sabang

Relief di Gerbang Peutjoet Kerkoff

Relief pada dinding gerbang mencatat nama-nama tentara Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan rakyat Aceh, lokasi pertempuran, dan tahun kematian mereka.

Hal ini menjadikan Peutjoet Kerkoff sebagai arsip sejarah yang tak ternilai.

Meurah Pupok dan Hukuman Sultan

Meurah Pupok dihukum mati oleh ayahnya sendiri sebagai bentuk penegakan hukum tanpa pandang bulu.

BACA JUGA...  Warga Lambaro Biluy Peringati Nuzulul Qur'an

Kisah ini menjadi pengingat akan keadilan Sultan Iskandar Muda, yang tetap teguh menegakkan hukum meski harus menghukum darah dagingnya sendiri.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:39 WIB

Ketua PSI Provinsi Aceh, Anwar Tgk. Rabo.

PERISTIWA

PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:34 WIB

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB