Kelompok Tani Kembali Mengolah Lahan
DAMPAK banjir juga dirasakan kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.
Razak Mubarroq, anggota Kelompok Tani Tunas Muda sekaligus wartawan, menjadi salah satu penerima manfaat program pemberdayaan.
Sebelum banjir, kelompok tersebut sedang menjalankan kegiatan pertanian Cabai.
Kegiatan baru berlangsung sekitar dua bulan ketika banjir besar terjadi. Tanaman rusak dan lahan tertutup lumpur.
Menurut Razak, ketebalan lumpur di lahan tanaman cabainya mencapai 60 sentimeter hingga satu meter.
Kerusakan tersebut membuat kelompok tani harus menghitung ulang kegiatan yang masih dapat dilakukan.
Kelompok Tani Tunas Muda memiliki 22 orang anggota.
Setelah banjir, mereka mencari alternatif untuk melanjutkan kegiatan pertanian.
“Setelah banjir, kami mencoba berpikir apa yang masih bisa dilakukan. Kami memiliki 22 anggota kelompok dan harus mencari cara agar kegiatan pertanian dapat berjalan kembali,” kata Razak.
Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak lain yang dapat membantu menyediakan lahan atau sarana untuk kegiatan pertanian.
Kelompok tersebut kemudian memanfaatkan lahan yang tersedia.
Lahan yang terdampak lumpur tidak langsung digunakan tanpa perlakuan. Kondisi tanah harus diperhatikan agar dapat kembali digunakan untuk penanaman.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Pertamina EP Rantau Field
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya















