Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanian, UMKM, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana merupakan bidang yang memiliki kebutuhan berbeda.

Masing-masing membutuhkan waktu dan metode pelaksanaan yang berbeda.

Pemulihan Tidak Berhenti pada Produksi

BANJIR 26 November 2025 memberikan dampak langsung terhadap operasi Pertamina EP Rantau Field.

Akses terputus.

Fasilitas produksi berhenti.

Produksi turun menjadi nol.

Sistem kelistrikan dan pengolahan air terganggu.

BACA JUGA...  Hari Ini Operasi Patuh Rencong 2019 Dimulai

Masyarakat dan pekerja harus mengamankan diri di bangunan yang relatif lebih tinggi.

Bantuan makanan dan obat-obatan harus dikirim melalui jalur udara.

Setelah kondisi mulai memungkinkan, proses pemulihan dilakukan.

Pertamina menetapkan target enam bulan untuk memulihkan operasi.

Pada bulan kelima, sumur-sumur yang sebelumnya berhenti telah dapat kembali dioperasikan.

Pada sisi masyarakat, proses pemulihan berlangsung melalui kegiatan pemberdayaan.

BACA JUGA...  Prediksi Brestois vs Reims, Ligue 1 Prancis 11 Mei 2024

Kelompok tani kembali menanam.

Penyandang disabilitas dilibatkan dalam program tanggap bencana.

Program kesehatan dan pendidikan tetap berjalan.

Kegiatan ekonomi masyarakat kembali didorong.

Program lingkungan juga dilanjutkan.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana terdiri atas beberapa sektor yang saling berkaitan.

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Pertamina EP Rantau Field

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB