Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

"Kolam" musiman di tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air yang menyerupai "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN |  MA — Lintasan Jalan Nasional Samadua-Tapaktuan Aceh Selatan, dilaporkan, kemarin, tidak senyaman beberapa tahun lalu. Pasalnya, kini terdapat lobang-lobang berdiameter antara 40-100 Cm yang menyulitkan pengendara melintas.

Menurut warga, kondisi itu, sudah berlangsung dalam dua tahun belakangan, di tengah minimnya perbaikan.

Badan jalan yang menjadi sarana vital bagi mobilitas warga kota dan fasilitas perhubungan dan perekonomian lintas kabupaten dan propinsi itu menjadi ironi karena dibiarkan keropos.

BACA JUGA...  Jasat Wanita Masih Misteri

‘Kalau adanya perbaikan dari Satker PJN, hanya berupa tambal sulam. Selesai di kerjakan di satu lokasi, berlobang pula di lokasi lain,” kata Amirudin LBK.

Dia berharap, pihak Satker  PJN dapat lebih serius menangani perbaikannya, sehingga warga nyaman saat  melintas.

“Kolam” di Tengah Kota

Sementara itu, rehabilitasi jalan dan perbaikan  berm jalan yang dilakukan belum lama berselang, menyisakan kondisi buruk dari pekerjaan yang sia-sia yang menjadi keluhan warga.

BACA JUGA...  Dinas Pariwisata Aceh Selatan Dorong Pengembangan Wisata Desa

Salah satu pekerjaannya yakni  menyisakan “kolam” pada lintasan Negara di tengah kota, persisnya di kawasan SPBU Tapaktuan.

Kondisi tersebut, dilaporkan  terjadi begitu saja, tanpa penanganan hingga kini.

Menurut saksi mata, setidaknya telah terjadi  empat kali insiden kecelakaan pada “kolam” tersebut, meskipun tidak fatal.

Berita Terkait

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 
Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Ayah Wa Temui Gubernur URI Bahas Sekolah Garuda
Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Berita Terbaru

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB