Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur kedua adalah pemulihan masyarakat.

Program pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana tetap dijalankan. Kelompok tani kembali menggunakan lahan untuk produksi.

Penyandang disabilitas dilibatkan dalam program tanggap bencana. Program UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat kembali diarahkan untuk berjalan.

Banjir telah memperlihatkan bahwa gangguan terhadap wilayah operasi tidak hanya berdampak pada perusahaan.

BACA JUGA...  Brimob Lakukan Panen Jagung dan Ubi di Kampung Tangguh

Ketika akses terputus dan fasilitas berhenti, kebutuhan dasar pekerja dan masyarakat sekitar ikut terdampak.

Karena itu, pemulihan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar menghidupkan kembali mesin produksi.

Bagi Pertamina EP Rantau Field, indikator awal pemulihan adalah kembalinya kegiatan operasi.

Bagi masyarakat, indikatornya adalah kemampuan untuk kembali bekerja, menanam, menjalankan usaha, mendapatkan pelayanan dasar, dan mempersiapkan diri menghadapi risiko bencana berikutnya.

BACA JUGA...  Kembalikan Semangat Budaya Gotong Royong Melalui TMMD

Dua proses tersebut berlangsung dalam ruang yang sama.

Pemulihan operasi membutuhkan fasilitas yang berfungsi. Pemulihan masyarakat membutuhkan kegiatan ekonomi dan pelayanan sosial yang kembali berjalan.

Banjir 26 November 2025 telah menghentikan produksi dan memutus akses. Setelah itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan target enam bulan.

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Pertamina EP Rantau Field

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB