Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah banjir, produksi turun menjadi nol.

Berhentinya produksi terjadi karena sejumlah fasilitas dan sumur terdampak banjir. Pemulihan tidak dapat dilakukan hanya dengan membuka kembali akses menuju lokasi.

Infrastruktur pendukung dan fasilitas produksi harus diperiksa, diperbaiki, dan dioperasikan kembali secara bertahap.

Dalam kondisi tersebut, terdapat perkiraan bahwa pemulihan operasi membutuhkan waktu antara satu hingga tiga tahun.

BACA JUGA...  Abdullah Imum Terpilih Jadi Ketua MPC-PP Kota Sabang

Manajemen Pertamina EP Rantau Field kemudian menetapkan target pemulihan yang lebih cepat.

Target tersebut disusun dalam waktu sekitar enam bulan.

Tomi menjelaskan, perusahaan membuat tahapan pemulihan untuk mengembalikan fungsi fasilitas dan menghidupkan kembali sumur-sumur produksi yang sebelumnya berhenti.

“SKK Migas memprediksi bahwa Pertamina EP Rantau mungkin memerlukan waktu satu sampai tiga tahun. Kami kemudian mencoba menjawab tantangan itu dengan membuat target pemulihan dalam enam bulan,” kata Tomi.

Proses tersebut dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA...  Plt Bupati Dailami Ikuti Rakor Bersama Panglima TNI dan Kapolri

Memasuki bulan kelima, sumur-sumur produksi yang sebelumnya berhenti akibat banjir sudah dapat dihidupkan kembali.

Produksi yang sempat berada pada angka nol mulai meningkat secara bertahap.

Menurut Tomi, produksi pada satu periode bahkan sempat mencapai tingkat di atas kondisi sebelum banjir. Namun, setelah itu produksi kembali mengalami penyesuaian.

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Pertamina EP Rantau Field

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB