Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana tersebut menghentikan aktivitas produksi, tetapi pemulihan kemudian ditetapkan sebagai target utama.

Manajemen Pertamina EP Rantau Field menyusun waktu pemulihan sekitar enam bulan, setelah sebelumnya terdapat perkiraan bahwa pemulihan operasi dapat berlangsung satu hingga tiga tahun.

Memasuki bulan kelima setelah banjir, sumur-sumur produksi yang sebelumnya berhenti mulai kembali dioperasikan. Produksi awal pascabanjir sebesar 1.700 barrel per hari.

Pemulihan operasi berjalan bersamaan dengan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta penguatan kelompok masyarakat dalam menghadapi bencana.

Operasi Terhenti, Akses Terputus

BACA JUGA...  Pj Bupati Aceh Tengah Gelar Anjangsana dalam Rangka HUT ke-79 RI

FIELD Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, menjelaskan bahwa dampak banjir tidak hanya terjadi pada lingkungan sekitar fasilitas perusahaan, tetapi juga langsung mengenai wilayah operasi.

Pada 26 November 2025, kompleks Pertamina Rantau berada dalam kondisi terisolasi.

Akses keluar melalui Bukit Suling tidak dapat digunakan setelah terjadi longsor. Jalur lainnya menuju Upah juga mengalami gangguan karena pohon tumbang dan kondisi jembatan yang hampir sejajar dengan permukaan air.

BACA JUGA...  PT PIM Sumbangkan Oksigen Untuk Penanganan COVID-19

Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan keluar dan masuk kompleks tidak dapat dilakukan seperti biasa.

“Pada tanggal 26 tersebut, kami sebenarnya seperti terisolasi. Akses keluar ada dua jalan. Jalan pertama melalui Bukit Suling, tetapi mengalami longsor. Jalan kedua melalui Upah, di sana juga ada pohon tumbang dan jembatannya hampir sejajar dengan air,” kata Tomi.

Situasi berlangsung sejak 26 November hingga beberapa hari berikutnya.

BACA JUGA...  Membaiknya harga sawit petani Aceh borong emas

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Pertamina EP Rantau Field

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB