ANTARA DANA DAN DINDING

[Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kita ingin bantuan tersalurkan tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat administrasi. Hak masyarakat terdampak tidak boleh tertunda oleh birokrasi.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

  • Skema Baru Pemkab Aceh Tamiang–BSI Uji Akuntabilitas Bantuan Rumah Rusak
BACA JUGA...  BBJN Aceh Pacing Jalinsum yang Rusak Parah

RUMAH YANG RETAK, HARAPAN YANG TERTUNDA

DI SEJUMLAH sudut kampung di Aceh Tamiang, jejak bencana hidrometeorologi masih terlihat jelas [dinding rumah yang retak, atap yang melengkung, serta tiang kayu yang diganjal seadanya].

Bagi warga dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang, bantuan stimulan pemerintah bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Ia adalah peluang untuk kembali hidup normal.

BACA JUGA...  Wakil Bupati Aceh Tamiang Terima Penghargaan SIPP Award 2025

Namun, pengalaman masa lalu menunjukkan, persoalan bukan hanya pada besaran bantuan [melainkan pada kecepatan dan tata kelola pencairannya].

Di tengah tekanan publik agar rehabilitasi dipercepat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menempuh jalur perbankan syariah sebagai simpul distribusi dana.

PAYUNG HUKUM DAN TARUHAN INTEGRITAS

BUPATI Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Cabang Kuala Simpang pada Jumat, 20 Februari 2026 lalu di Aula Setdakab.