“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tapi pondasi masa depan ekonomi rakyat. Jalan yang menghubungkan desa, sejatinya adalah jalan menuju kesejahteraan.”
[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].
SEHARI setelah audiensi di Jakarta bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, denyut birokrasi di Aceh Tamiang langsung terasa lebih cepat dari biasanya. Senin, 10 November 2025 lalu.
Pagi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro, menapaki halaman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] Aceh Tamiang.
Ia datang bukan sekadar membawa map proposal, tapi juga sinyal kuat dari pemerintah pusat; komitmen terhadap pembangunan daerah bukan lagi janji, melainkan langkah konkret.
Di ruang rapat yang sederhana, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menyambut kunjungan itu dengan nada optimistis.
Pertemuan ini, menurutnya, adalah bukti nyata tindak lanjut dari hasil audiensi dengan Menteri PU beberapa hari sebelumnya di Jakarta.
“Ini bukti nyata komitmen Bapak Menteri PU untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah kami, khususnya penanganan ruas vital,” ujar Bupati Armia.
Sinkronisasi dari Jakarta ke Aceh Tamiang.




