“Prestasi bukan diukur dari seberapa besar panggungnya, tapi dari seberapa besar manfaat yang lahir dari kerja keras dan ketulusan.”
[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].
DI TENGAH semangat Hari Pahlawan yang baru saja diperingati, dua mahasiswa asal Aceh Tamiang membawa kabar yang menumbuhkan harapan.
Maulana Habib dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Aiyas Rizki dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, berhasil mengibarkan nama daerah mereka di pentas nasional.
Keduanya, bersama rekan satu tim Ammar Faqih Zulkarnain, menorehkan prestasi sebagai Juara 3 Lomba Esai Digital Nasional AECON FAIR I, setelah menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Esai mereka yang berjudul “U-Access sebagai Model Inovasi Pembiayaan Sosial, Mengatasi Keterbatasan Modal UMKM melalui ZISWAF Produktif” dinilai juri sebagai gagasan yang inovatif, kontekstual, dan berpijak pada realitas sosial ekonomi masyarakat.
Dalam naskah itu, mereka mengusulkan model pemberdayaan UMKM lokal berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dengan sentuhan teknologi digital; sebuah formula yang memadukan nilai-nilai keislaman, budaya Nusantara, dan kebutuhan ekonomi modern.
“Prosesnya panjang dan menantang,” tutur Maulana Habib ketika dihubungi usai pengumuman pemenang, 10 November 2025. “Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru dari sana lahir solusi yang lebih membumi.”
Dari Aceh Tamiang untuk Indonesia.




