Mereka tidak hanya mewakili universitas, tetapi juga menegaskan bahwa Aceh Tamiang punya masa depan [selama semangat belajar dan berinovasi tetap menyala].
“Kreativitas dan inovasi tidak harus jauh dari akar budaya. Justru, jika kita memadukan kearifan lokal dengan teknologi, potensi untuk membawa perubahan positif jauh lebih besar.”
[Maulana Habib. Mahasiswa FISIP Universitas Syiah Kuala, Juara Lomba Esai Digital Nasional]. [].




