KABAR kemenangan ini segera sampai ke pendengaran Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Di ruang kerjanya, Sang Bupati menyambut berita itu dengan wajah berseri.
Ia menyebut capaian dua mahasiswa muda tersebut sebagai bukti nyata bahwa Aceh Tamiang tak kekurangan bakat, hanya butuh kesempatan dan ruang untuk tumbuh.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Maulana Habib dan Aiyas Rizki,” ujar Armia Pahmi. “Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam lomba, tapi cerminan dari kerja keras, ketekunan, dan kecintaan mereka terhadap daerah.”
Menurutnya, apa yang dilakukan kedua mahasiswa itu mengandung pesan penting; bahwa generasi muda Aceh Tamiang memiliki daya saing yang kuat dan mampu berpikir jauh ke depan.
“Karya mereka mengajarkan kita bahwa nilai budaya dan teknologi bisa bersatu dalam satu tujuan; membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya,” tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda.
DI MATA Armia Pahmi, generasi seperti Habib dan Aiyas adalah wajah baru dari semangat Aceh Tamiang; berilmu, inovatif, dan tetap berpijak pada akar sosial.
Ia berharap, keberhasilan mereka dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan mahasiswa lain untuk berani melangkah lebih jauh.
“Jangan takut bermimpi besar, dan jangan ragu untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya dengan nada tegas namun hangat. “Dunia saat ini tidak hanya menuntut kecerdasan, tapi juga kepekaan sosial dan karakter yang kuat.”
Bupati yang dikenal dekat dengan kalangan muda itu juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus memberikan dukungan bagi generasi kreatif dan berprestasi.
“Pemerintah hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun manusia. Dan generasi seperti Maulana dan Aiyas adalah modal sosial yang tak ternilai.”
Jejak Inovasi yang Membumi.




