REDELONG (MA) – Dinas Kesehatan Bener Meriah terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan transformasi digital. Dengan beralih dari sistem pelayanan manual ke digital, diharapkan pelayanan di seluruh Puskesmas di Bener Meriah menjadi lebih efektif dan efisien.
“Kami sedang bertransformasi dari pelayanan manual ke digital. Semua layanan mulai dari UGD, poli hingga bagian farmasi kini terhubung secara digital. Saat dokter memeriksa pasien dan menentukan obat, apotek langsung menyiapkannya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Hasyimi, Rabu (30/10).
Sebelumnya, pasien harus mengantarkan resep obat dari dokter ke apotek. Namun, dengan sistem digital ini, apotek sudah dapat menyiapkan obat saat pasien keluar dari ruang periksa. “Pasien tidak perlu lagi membawa resep secara manual. Saat mereka keluar dari ruang periksa, obat sudah siap,” tambah Hasyimi.
Meskipun saat ini baru beberapa Puskesmas yang menerapkan sistem digital, Dinkes Bener Meriah menargetkan seluruh Puskesmas di wilayahnya dapat bertransformasi ke sistem digital pada tahun depan.
Inovasi Sistem Klaster
Selain digitalisasi, Dinkes Bener Meriah juga akan mengadopsi sistem klaster di Puskesmas. Dalam sistem ini, layanan seperti UGD, poli umum, dan poli lainnya akan dikelompokkan dalam satu klaster dengan satu penanggung jawab untuk memudahkan monitoring dan evaluasi.




