Dinkes Bener Meriah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Lewat Digitalisasi

Hasyimi, Kadis Kesehatan Bener Meriah.

“Saat ini, masing-masing layanan memiliki penanggung jawab sendiri. Dengan sistem klaster, setiap Puskesmas hanya akan memiliki empat klaster utama, yang memudahkan pengawasan,” kata Hasyimi. Saat ini, sistem klaster sudah diterapkan di Puskesmas Bukit, dan Puskesmas Bandar akan segera mengikuti.

Peningkatan Status BLUD

Dinkes Bener Meriah juga tengah mempersiapkan sejumlah Puskesmas untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang memungkinkan mereka mengelola anggaran secara mandiri. “Dengan status BLUD, Puskesmas dapat mengelola anggaran mereka sendiri, yang membuat operasional lebih ekonomis dan efisien,” ujarnya.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Selatan Sosialisasi Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Menurut Hasyimi, Puskesmas yang berstatus BLUD memiliki peluang memperoleh keuntungan dari pengelolaan anggaran yang lebih fleksibel. Keuntungan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal Puskesmas seperti peningkatan sarana dan prasarana, serta penambahan tenaga kerja.

Transformasi Polindes Menjadi Pustu

Dinkes Bener Meriah juga akan mengubah Polindes (Pondok Bersalin Desa) menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) agar lebih optimal dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak di desa. “Dengan menjadi Pustu, tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, ahli gizi, dan konselor wajib ditempatkan di setiap Pustu sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” kata Hasyimi.