– Meminta Pemerintah Aceh untuk serius dalam mengatasi dan merawat layanan dan informasi pembangunan yang masih banyak yang ditinggalkan.
– Menuntut Pj Gubernur Aceh lebih tegas kepada jajaran lingkungan pemerintah Aceh.
– Menuntut Pj Gubernur tidak cawe-cawe atau mengambil momentum Pilkada sebagai ranah proyek pembangunan.
Tak lama massa demo orasi, Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi datangi mahasiswa untuk berdialog dan mengklarifikasi persoalan yang terjadi.
Mawardi menjelaskan persoalan rusaknya Website LPSE murni dari kesalahan BPBJ, dan Ia juga membenarkan selama LPSE Error realisasi APBA terhambat sampai Website aktif dan bisa diakses kembali.
“Persoalan server LPSE rusak sudah diatasi langsung dari pusat, Iya kami juga telah beritahukan error LPSE mulai tanggal 17 bulan April dan sudah bisa di akses pada tanggal 30, karena itu benar realisasi macet,” ungkapnya.
Lanjutnya, terkait ada dugaan korupsi selama Website Error, Mawardi menjawab bahwa biarkan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atau BPK Provinsi Aceh yang menangani, pihaknya yakin mereka bersih dari tuduhan itu.
Menanggapi hal itu, Massa mahasiswa menilai Asisten II Sekda gagal paham dalam memahami konteks aksi ini, mereka menjelaskan aksi ini merupakan bentuk dari pengawasan serta pengawalan mahasiswa atas kinerja pemerintah Aceh dalam merealisasikan APBA dan menyukseskan PON nantinya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















