Delapan Belas Tahun Damai Aceh dan Secuil Kisah Mantan Prajurit GAM

Rabu, 16 Agustus 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Alhamdulillah Aceh sudah damai dan kita bisa merasakan kehidupan yang normal serta berkumpul dengan keluarga,“ Saiful membuka pembicaraannya.

Dia mengisahkan mengapa bisa masuk dalam Gerakan Aceh Merdeka, dimana kondisi waktu itu di kampong (Geumpang, Pidie) dukungan warga begitu besar untuk keinginan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Dia merasa malu bila tidak bergabung dengan GAM, dimana para wanita saja sudah mau ikut memegang senjata melalui pasukan Inong Balee.

BACA JUGA...  Puisi Mengandung SARA, FANAPDS: Sukmawati Wajib Dihukum

Ditambah lagi eforia keinginan Referendum yang digagas oleh Sentral Informasi Referendum Aceh (Sira) pada tahun 1999, makin menguatkan semangat Saiful Bahri untuk bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka .

Setelah direkrut menjadi prajurit Saiful dan 5 orang lainnya dari berasal satu kampong di
Geumpang Pidie menjalani latihan di Blang Rabo yang juga berada di kawasan Geumpang Pidie . “Kami dilatih seperti layaknya latihan militer selama 2 bulan oleh tentara eks Libya dan bahasa instruksi juga dengan bahasa Libya, waktu itu usia saya baru 19 tahun,” Katanya.

BACA JUGA...  Kunjungi Dayah Istiqamatuddin Baitul Muarif, Kapolres Aceh Besar Beri Dukungan

Ketika saya menanyakan, apakah masih mengingat sejumlah instruksi saat latihan waktu itu?. ”Ada beberapa masih saya ingat, seperti hadap kanan Alimin dor, hadap kiri Alisan dor, kemudian Atatan Sir maju jalan dan sariak kif, berhenti grak,“ ungkap Saiful.

Berita Terkait

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian
Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
TNI Padamkan Api 
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Kasus Haiqal Memanas, PWI Minta Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan Diusut Objektif
Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Jumat, 4 September 2026 - 17:09 WIB

Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian

Rabu, 2 September 2026 - 22:07 WIB

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:44 WIB

TNI Padamkan Api 

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB