Kini setiap hari makam para Raja dan Ulama itu diinjak-injak oleh pegawai kantor Dinas PUPR dan aktivitas perdagangan Pasar Al Mahirah.
Maka Darud Donya meminta Walikota Banda Aceh untuk belajar menghargai sejarah Islam di Aceh, dan menghormati sejarah Kota Banda Aceh. Supaya pembangunan Kota Pusaka Banda Aceh memiliki konsep yang jelas, bukan cuma kejar proyek.
Seharusnya Baba Daud Ar Rumi, Pulo Gajah, Zawiyah Peunayong, Kuta Peunayong, dan sejarah kegemilangan dakwah Islam Kerajaan Aceh Darussalam yang menjadi Ikon Peunayong.
Darud Donya meminta Walikota Banda Aceh untuk melestarikan pusaka kegemilangan dakwah Islam di kawasan Peunayong, bukan malah mempertahankan sejarah Penjajahan Kafir Belanda, dan menghapus jejak sejarah Islam di Banda Aceh dan Asia Tenggara!. [*]





