DARI NORMALISASI SUNGAI KE PEMULIHAN KEHIDUPAN

Sabtu, 7 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah situasi itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH mengajukan permintaan resmi kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk melakukan pengerukan Kuala Sungai Tamiang.

Bagi pemerintah daerah, pengerukan bukan isu teknis semata, tetapi bagian dari mitigasi risiko bencana dan keselamatan publik.

Bupati Armia menjelaskan, “Bencana November 2025 tidak berhenti saat air surut. Ia meninggalkan jejak yang lebih berbahaya; sedimentasi masif di Kuala Sungai Tamiang.”

Endapan pasir dan lumpur menggunung, memperdangkal alur sungai, mempersempit muara, dan mengubah sistem hidrologi alami DAS Tamiang.

BACA JUGA...  Wisuda Sekolah Lansia; Saat Para Sesepuh Menyemat Toga dan Bahagia di Masa Emas

Secara ekologis, kondisi ini menciptakan bom waktu bencana baru; aliran air tersumbat, kapasitas tampung sungai menurun, risiko banjir berulang meningkat, intrusi air laut mengancam, aktivitas nelayan lumpuh, dan ekosistem muara rusak.

“Secara sosial, dampaknya lebih sunyi tapi menghancurkan; permukiman di hilir hidup dalam kecemasan permanen, aktivitas ekonomi terhambat, jalur logistik terganggu, ketergantungan pada cuaca menjadi ekstrem.”

Namun, menurut Bupati, persoalan ini bukan sekadar soal alat berat dan pasir. “Ia adalah soal skema negara, kewenangan hukum, dan legitimasi kebijakan,” tegasnya.

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB