BPKS apa Kabar, Sehatkah?, seakan mati suri diantara anggaran yang membuncah.
BANDA ACEH (MA) – Diduga kuat; Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS) masih terus di hantui problema internal, manajemen yang kupak-kapik, perekrutan karyawan yang tidak transfaran, kekisruhan, tidak solid dan saling curiga menggelayut ditubuh yang gemuk dengan anggaran. Muncul tamsil; BPKS apa kabar, sehatkah?.
Uraian diatas mengilustrasikan betapa BPKS ‘majal’ dan penuh ‘kohesi’ pada manajemen ‘leader’ yang terkesan tidak fleksible.
‘Ujuk-ujuk’ berdampak pada pembangunan yang tak terkontrol serta tak berjalan sebagaimana sesuai dengan rull-nya.
Banyak pengamat Aceh merasa gerah, sebab anggaran yang dikucurkan untuk membangun Kota Sabang seperti mubajir. Triliunan dana terkuras, namun wujudnya tak berubah, stag dan bergeming.
Hingga kini, tak ada formula yang jitu. Merubah wajah Kota Sabang menjadi benar-benar representatif kemajuan diberbagai bidang, terutama itu, Dermaga dan Perikanan.
Seorang Civitas Akademisi Unaya Aceh. Usman Lamreung menilai. Tolak tarik diinternal BPKS sepertinya menjadi opsi pilihan. Faksi-faksi tercipta dengan sendirinya hingga menggerogoti lembaga yang di komandoi Gubernur pemerintah Aceh, Bupati Aceh Besar dan Walikota Sabang. Sebagai Dewan Kawasan Sabang (DKS) itu terindikasi mati suri.




