Pasca mundurnya Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dari jabatannya, yang selanjutnya DKS mengangkat Kepala BPKS yang baru Pak Junaidi mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Aceh.
Tiga bulan sudah dilantik, bagaimana nasib BPKS sekarang? Sepertinya BPKS belum baik-baik saja, hampir tidak terdengar tentang kinerja BPKS yang benar-benar punya kebijakan dan strategi membangun dan menghidupkan ekonomi di Pelabuhan Sabang dan Pulo Aceh?
Dibawah managemen Kepala BPKS Junaidi masih saja masalah yang krusial yaitu lemah di managemen internal. Masih saja terjadi kisruh internal, tidak solid, saling curiga, malah lebih parah lagi dalam rekrutmen pegawai tidak terbuka, sangat tertutup dan banyak pegawai yang direkrut titipan pemangku kepentingan.
Artinya dalam rekrutmen pegawai BPKS bukan diukur dari kemampuan Sumber Daya Manusia dan sesuai dengan bidang, melainkan lebih pada kedekatan ataupun ada hubungan famili.
Pada akhirnya hingga sampai saat ini jelas Peneliti di Lembaga Emirates Development Research (EDR) Aceh tersebut; belum ada konsep dan strategi yang jitu dalam membangun kawasan ekonomi di Sabang dan Pulo Aceh.
Malah banyak asset yang sudah dibangun belum fungsional, terbengkalai tidak selesai, termasuk asset tanah sampai saat ini belum selesai diiventarisasi.




