‘Belajar Jadi Datok’; Cerita ‘Marut’ dari Sumber Makmur

Rabu, 5 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‘Belajar Jadi Datok’; Cerita ‘Marut’ dari Sumber Makmur.

‘Belajar Jadi Datok’; Cerita ‘Marut’ dari Sumber Makmur.

“Banyak kepala desa yang terpilih karena populer di masyarakat, tapi tidak memiliki kemampuan manajerial dan administratif yang memadai.”

[Akademisi di Banda Aceh, Dr. Usman Lamreung, M.Si].

PAGI di Kampung Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, selalu terasa lambat. Di sela riuh ayam jantan yang berkokok, tampak sosok pria sedang berdiri di halaman rumahnya. Ia adalah Salihin, Datok Penghulu [sebutan untuk kepala desa] yang kini menjadi sorotan warganya. Karena kebodohan.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Besar Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan

Salihin mengutak atik ponselnya pelan, lewat pesan singkat kepada wartawan. “Saya dan perangkat desa masih tahap belajar, Bang…Kami masih berproses,” Ujar Salihin, lirih, melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Kalimat itu sederhana. Tapi di balik kesederhanaan itulah, tersembunyi potret sebuah kepemimpinan desa yang masih mencari arah.

Catatan dari Buku Anggaran.

BACA JUGA...  Empat Nama, Satu Kampung, dan Harapan Baru dari Alur Bemban

Menjadi seorang Datok di Aceh Tamiang bukan perkara ringan. Di hadapan setiap kepala desa, terbentang tumpukan dokumen tebal.

Buku Anggaran Dana Desa (ADD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK), dan laporan-laporan pertanggungjawaban yang penuh dengan angka dan istilah administratif.

Namun bagi Salihin, angka-angka itu masih terasa asing dan tidak Ia fahami. “Sejatinya menjadi seorang pemimpin harus mampu membaca tumpukan catatan anggaran,” Kata seorang pendamping desa di Tenggulun yang enggan disebutkan namanya. “Kalau tidak, arah pembangunan bisa kabur. Dan untuk apa ikut calon jadi Datok,”

Ia bercerita, di era saat ini setiap desa sebenarnya sudah memiliki pendamping profesional yang bertugas membantu kepala desa merancang dan mengusulkan rencana pembangunan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

BACA JUGA...  Temu Ramah, Ini Yang Dibicarakan Pj Bupati Aceh Utara dengan Paramedis RSUCM 

Berita Terkait

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M
Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515
Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 September 2026 - 12:29 WIB

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Sabtu, 19 September 2026 - 21:33 WIB

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB