BANDA ACEH (MA) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) melakukan demonstrasi di dua lokasi yakni Simpang Lima, dan Halaman Gedung DPRA, Banda Aceh, Kamis, (14/13).
Aksi demo mahasiswa dan pemuda itu, sempat mengantarkan kotak sumbangan yang berisikan koin untuk DPRA yang digalang mereka di sela-sela demo.
Mereka juga membawa sejumlah spanduk yang mengecam DPRA.
Di sana, pendemo meminta agar kegiatan pokok-poko pikiran dewan (pokir) anggot DPRA tahun 2024 dialihkan untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh.
Menurut Korlap Aksi Demo Musda Yusuf, persoalan banjir dan tanah longsor yang setiap tahun menimpa sejumlah daerah di Aceh merupakan persoalan serius yang mesti ditangani oleh Pemerintah.
Di setiap musim penghujan tiap tahunnya, puluhan ribu masyarakat Aceh harus mengalami kepiluan berjibaku menghadapi bencana banjir hingga longsor yang kerap menghadirkan korban.
“Namun, untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh merupakan persoalan yang sangat krusial untuk ditangani dan membutuhkan anggaran yang begitu besar,” ungkapnya.
Lanjutnya, agar langkah penanganannya terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga tidak hanya sebatas penanganan sedikit yang tak dapat memberi arti.



