Alamp Aksi Desak KPK Usut Indikasi KKN Pelelangan Proyek di Aceh

Peserta aksi demo di BP2JK mendesak KPK turun tangan dan mendesak Menteri PUPR mencopot kepala BP2JK.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

“Sejauh ini, progress pekerjaan baru dikerjakan 31,82% fisik dan keuangan yang telah di terima oleh pihak rekanan 38,58%,” kata Korlap Aksi Musda Yusuf.

Kemudian, proyek pembangunan rumah susun Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman, anggaranya bersumber dari APBN 2022, sementara tendernya dimenangkan oleh CV RAJA MUDA, yang beralamat di Kabupaten Aceh Utara.

BACA JUGA...  Densus 88 Tangkap Dua ASN di Aceh, Diduga Terlibat Terorisme

“Pembangunan tersebut beralamat di Kabupaten Bireuen. dan saat ini pembagunannya mangkrak dengan pagu anggaran yang mencapai Rp. 4.828.440.000,00 dan HPS Rp. 4.823.835.000,00.  Sedangkan nilai kontrak Rp3.862.752.000,00 jadi selisih antara HPS dengan nilai kontrak adalah sebesar 20% atau Rp. 965.688.000,” lanjutnya.

Fakta di lapangan, progress pekerjaan baru dikerjakan 35,23% fisik dan 54,60% keuangan telah di terima oleh pihak rekanan.

BACA JUGA...  Hanya Butuh Klarifikasi Kadis Pendidikan Aceh, Begitu Sulitkah

Pembangunan rumah susun Institut Agama Islam Al Aziziyah (kampus putri) yang anggarannya bersumber dari Pembangunan rumah susun Institut Agama Islam Al Aziziyah (kampus putri) yang anggarannya bersumber dari APBN 2022, pekerjaan ini dimenangkan oleh CV.RAMAI JAYA yang beralamat di  Kota Banda Aceh.

Proyek tersebut berlokasi di Kabupaten Bireuen dengan   pagu anggaran proyek mencapai  Rp. 4.828.440.000,00 dan HPS Rp. 4. 828.440.000,00 sedangkan Nilai Kontrak Rp.3.862.752.000,00, jadi terjadi 20% selisih  kontrak dari Hasil Perkiraan Sendiri (HPS) atau Rp. 965.688.000.