Alamp Aksi Desak KPK Usut Indikasi KKN Pelelangan Proyek di Aceh

Peserta aksi demo di BP2JK mendesak KPK turun tangan dan mendesak Menteri PUPR mencopot kepala BP2JK.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Fakta di lapangan, progres pekerjaan baru dikerjakan baru 66,67 %. Fisik dan keuangan yang sudah di cairkan 31.03 % dan saat ini pembagunannya juga mangkrak.

Menurut Musda  Yusuf, BP2JK Aceh kembali menetapkan satu pemenang untuk 3  Paket pekerjaan dengan nilai puluhan milyar rupiah yang dimenangkan PT. AP dalam waktu bersamaan sehingga kuat dugaan ada pengaturan tender yang sarat KKN dalam pelelangan di BP2JK Aceh selama ini.

BACA JUGA...  Sah, PWI Aceh Miliki Koperasi "Tinta Emas Aceh"

Ketiga pekerjaan yang di menangkan  PT. AP itu adalah, pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci Aceh Barat senilai Rp 26,5 miliar; pembangunan jaringan irigasi Jambo Aye Aceh Utara senilai Rp 24,8 miliar dan  rehabilitasi bendung D.I. Krueng Pase senilai Rp 22,8 Miliar.

Mahasiswa juga mendesak  Irjen Kementerian PUPR RI segera melakukan investigasi dan memerintahkan BP2JK Aceh membatalkan pemenang tender sejumlah paket Kegiatan yang bermasalah sebagai mana disebutkan diatas.

BACA JUGA...  KPK Beri Pembekalan Antikorupsi kepada PN di Kemendag

” Kami juga secara tegas meminta Bapak Menteri PUPR RI untuk segera mencopot Kepala BP2JK Aceh karena selama ini telah menjadikan lembaga itu sarang mafia proyek dan jauh dari kata profesionalitas dalam bekerja,”tegasnya.

Menurutnya, aksi tersebut berjalan tertib dan setelah  mereka menyampaikan pernyataan sikap kepada BP2JK. Mereka juga bergerak  membagikan selebaran kepada masyarakat.(Maslow Kluet).