BANDA ACEH (MA) – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (Alamp Aksi) Aceh menggelar aksi demonstrasi ke kantor BP2JK Aceh, Jum’at, (29/12).
Aksi itu dilakukan, karena praktek KKN pada pelelangan proyek APBN selama ini sangat merugikan masyarakat Aceh.
“Gelontoran anggaran dari pemerintah pusat untuk Aceh begitu besar yang semestinya dapat dinikmati dengan maksimal oleh rakyat. Ternyata harus berakhir ditangan pihak-pihak yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi,” kata Korlap Aksi Musda Yusuf.
Dalam press release yang disampaikan kepada mediaaceh.co.id, Jum’at, (29/12), mengungkapkan, demo mereka juga mendesak KPK mengusut tuntas indikasi praktek KKN tersebut yang jumlahnya mencapai puluhan milyar.
“Demi pengaturan tender yang terjadi membuat anggaran pembangunan yang bersumber dari APBN di Aceh tak dapat dimanfaatkan karena mangkrak atau kualitasnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan,” kata Musda Yusuf.
Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya pengaturan tender yang dilakoni oleh pihak BPJ2K Aceh sebagai pelaksana pelelangan yang ditunjuk oleh Kementerian PUPR.
Demo pun, membeberkan sejumlah kasus yang terjadi dalam pelaksanaan lelang di BP2JK Aceh diantaranya, pertama, kata Yusuf, investigasi Masyarakat Transparansi Aceh (MATA) terdapat 5 paket kegiatan APBN anggaran tahun 2022 mangkrak diakibatkan selisih harga penawaran pemenang yang ditetapkan oleh BP2JK Aceh diatas 20% dari pagu anggaran, sehingga tidak lagi sesuai untuk pelaksanaan hingga membuat kegiatan tersebut terbengkalai.





