Akibat Akses Tak Memadai Harga Komoditi tak Stabil

“Sudah 29 tahun yang lalu, hingga saat ini kami tidak pernah merasakan hasil pembangunan, terurama itu, infrastruktur jalan, hingga kini masih akses tanah campur batu hasil swadaya masyarakat,” jelas Jamal.

Padahal, kata Jamal, hasil bumi Desa Tanjung Mangedar sungguh luar biasa, surplus Padi Gabah Kering mencapai 50% lebih tiap tahunnya. Desa Tanjung Mangedar merupakan salah satu desa swasembada pangan terbesar di Kabupaten Labura.

BACA JUGA...  Kepolisian Terapkan Tilang ETLE, Kasat Himbau Warga Tertib Berlalu Lintas

Tapi itu tadi, desa mereka seakan di anak tirikan oleh pemerintah. Dia berharap, bagi anggota DPRD Daerah Pemilihan Desa Tanjung Mangedar, lakukan pansus, lihat kondisi riil dilapangan, “Jangan saat mencari suara saja baru muncul, setelah jadi semua yang dijanjikan hanya kamuflase belaka,” ujar Jamal.

Ditambahkan Purnomo 52 tahun, tokoh masyarakat Desa Pangedar, disamping Pemdanya bebal, banyak alokasi dana lain kedesa Tanjung Mangedar juga dikelola tidak transfaran.

BACA JUGA...  Donasi Aceh untuk Korban Gempa Sulbar Diarahkan untuk Bangun Masjid

“Tak perlu saya sebutkan siapa orangnya, kita semua tahu, saya minta Inspektorat, Dinas Terkait dan Komisi di DPRD Labura turun lakukan pansus, terhadap indikasi penyimpangan peruntukkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Anggaran lainnya yang dikucurkan ke desa kami,” tegasnya mengakhiri. (Syawaluddin)