RANTAU PERAPAT (MA) – Akibat Akses (Sarana Jalan) yang sangat tidak memadai, di Desa Tanjung Mangedar Kecamatan Kuala Hilir (Kualuh), kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara. Harga komoditi desa tersebut menjadi stabil.
Dilansir mediaaceh.co.id, bahwa; harga komoditi masyarakat seperti Gabah Basah (Padi Baru Panen) dihargai oleh agen penampung berkisar Rp4.700 perkilogram padi Kuku Balam, Ramos Rp4.600 perkilogramnya. IR32 Rp4.500 perkilogramnya.
“Pemerintah seharusnya cepat tanggap dalam hal ini, apalagi agen penampung, jika akses bagus bisa mengangkut Gabah Basah 10 hingga 15 ton setiap harinya, kalau saat ini hanya bisa mengangkut 5 sampai 7 ton saja, sedangkan biaya operasionalnya sama. Mengangkut 5 ton atau 15 ton malah menjadi hight cost,” jelas Nuhu Dawi Napitupulu 43 tahun.
Menurutnya hal sudah sangat lama dirasa oleh masyarakat desa Tanjung Mangedar, jika dibiarkan, yang dirugikan pemerintah, terutama itu masyarakat, sebab komoditi tak mampu diolah secara optimal.
Nuhu berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) harus cepat tanggap dan segera membangun infrastruktur yang masih sangat minim di desa tersebut.
Hal yang sama juga disampaikan Jamaluddin Nasution 57 tahun, hasil bumi desanya seperti Padi, Kopra, Kelapa Sawit dan Perikanan menjadi tidak optimal didayagunakan untuk mendongkrak pendapatan masyarakat.





