Ayah Wa menilai, peradaban Samudera Pasai memiliki nilai sejarah yang tak tergantikan sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Karena itu, penyajian ulang informasi mengenai situs-situs sejarahnya harus dikemas secara profesional dan memikat bagi generasi masa kini.
Inovasi Digital: Jembatan Baru Menuju Sejarah
Program “Aceh Utara Bangkit” menghadirkan sejumlah inisiatif modern berbasis digital yang dirancang untuk mempermudah wisatawan menikmati pengalaman wisata sejarah yang lengkap. Di antara terobosan unggulan tersebut adalah:
1. Peta Virtual Samudera Pasai
Melalui platform digital ini, wisatawan dapat mengakses peta interaktif yang menampilkan berbagai situs peninggalan sejarah Samudera Pasai secara daring. Tak hanya sebagai peta lokasi, fitur ini juga memberikan narasi sejarah, foto arsip, ilustrasi kerajaan, hingga tur virtual yang memungkinkan pengguna “menjelajah” tanpa harus berada langsung di lokasi.
Peta virtual ini diprediksi menjadi daya tarik besar, terutama bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan mancanegara yang ingin memahami sejarah Pasai dengan cara yang lebih immersif.
2. QR Code Tourism di Setiap Situs Sejarah
Setiap situs peninggalan Samudera Pasai—termasuk makam, benteng, pelabuhan kuno, hingga artefak—akan dilengkapi dengan QR Code berisi informasi sejarah yang bisa langsung diakses lewat ponsel.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















