Aceh International Orienteering, Promosi Wisata Sambil Olahraga

Kamis, 5 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Event sport tourism ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan, berdampak positif terhadap perekonomian dan pariwisata, serta menciptakan kesan positif bagi para pengunjung, terutama dalam rangkaian acara besar Aceh Festival 2024.

“Secara keseluruhan orienteering memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata,“ sebutnya.

Ketua FONI Aceh, Abdul Mukti mengatakan para atlet dari Malaysia, Amerika, Thailand, Philippines, Gambia, Libia, dan India yang akan mengikuti event tersebut sudah mulai tiba di Aceh sejak Rabu kemarin. Sementara atlet dari sejumlah lokasi di Indonesia dijadwalkan tiba di Banda Aceh mulai Kamis, 5 September.

BACA JUGA...  Kembangkan Destinasi Kaloy, Meurah Boyong Datok Belajar ke Lukup Badak

“Seluruh atlet lokal, nasional dan internasional akan berangkat ke Sabang pada Jumat pagi (6/5/24) sekitar jam 10.00 WIB,” ungkapnya.

Mukti menjelaskan, dalam melintasi medan atau trek perlombaan, para peserta dibekali peta sebagai media untuk menemukan case (kasus atau titik point) dan kompas sebagai alat pandu arah. Peserta juga dipasangkan alat yang disebut SI Card (Sport Identity Card) sebagai alat cek point,” ujarnya.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh-Instansi Pemerintah Bahas Penemuan Makam Kuno di Areal Bendungan Keureuto

Ada 12 kelas yang nantinya akan diikuti 150 peserta baik pria maupun wanita. Mereka berasal dari atlet orienteering lokal yang merupakan perwakilan Pengcab FONI kabupaten/kota se-Aceh, kelompok atau klub lari, komunitas pecinta alam, serta kalangan umum. Sementara atlet nasional juga berasal dari perwakilan FONI provinsi dan klub pelari nasional.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB