Gua Sarang Sabang, Pesona Geowisata Eksotis dengan Panorama Laut Biru dan Tebing Karst yang Memukau

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SABANG (MA) – Kota Sabang selalu memiliki cara untuk memikat wisatawan. Selain dikenal dengan Tugu Nol Kilometer Indonesia dan keindahan bawah lautnya yang mendunia, Pulau Weh juga menyimpan destinasi alam yang menawarkan pengalaman berbeda. Salah satunya adalah Gua Sarang, sebuah keajaiban geologi yang tersembunyi di kawasan Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

BACA JUGA...  Anwar Idris Diprediksi Terpilih Kembali

Destinasi ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan antara keindahan laut, tebing karst, dan panorama alam yang masih alami. Letaknya yang berada di kawasan hutan lindung membuat suasana di sekitar Gua Sarang tetap terjaga dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian.

Berbeda dengan objek wisata pantai pada umumnya, daya tarik utama Gua Sarang terletak pada formasi batuan karst yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Rongga-rongga gua yang terlihat saat ini merupakan hasil proses geologi panjang yang dikenal sebagai karstifikasi, yaitu pelarutan batuan gamping oleh air hujan dan air laut yang berlangsung secara perlahan selama ribuan tahun.

BACA JUGA...  52 Tahun Bank Aceh Syariah, Sinergi dan Inovasi untuk Aceh yang Lebih Maju

Proses alam tersebut menciptakan bentuk-bentuk batuan yang unik dan menjadikan Gua Sarang sebagai salah satu destinasi geowisata menarik di Aceh. Keberadaan gua yang langsung menghadap laut juga menghadirkan pemandangan spektakuler yang sulit ditemukan di tempat lain.

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Utara, Jum'at, (30/10).

PEMERINTAHAN

Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:02 WIB

Anggota DPRK Aceh Selatan Mistan Aulia (tengah) asal Kluet Timur memberikan support saat personil TNI mengerjakan pembangunan jembatan di daerah pedalaman Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45 WIB