Menebus Kerusakan Mangrove

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasto Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Penghijauan Maju di Pesisir Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Belasan tahun ia berjuang untuk pelestarian lingkungan mangrove.

Kasto Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Penghijauan Maju di Pesisir Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Belasan tahun ia berjuang untuk pelestarian lingkungan mangrove.

“Ketika ekosistem pulih, peluang kesejahteraan masyarakat juga ikut tumbuh,” ujarnya.

[Kasto Wahyudi].

SETELAH pernah terlibat dalam penebangan hutan bakau di pesisir Langkat, Kasto Wahyudi berbalik arah menjadi pelopor rehabilitasi mangrove.

Upayanya selama belasan tahun kini menghidupkan kembali ekosistem pesisir sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi warga.

HAMPARAN mangrove yang kembali hijau di pesisir Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyimpan perjalanan panjang tentang kerusakan, penyesalan, dan pemulihan.

BACA JUGA...  Ali Imran Pecah Bintang, ‘Dari Tanah Rencong Menuju Tanggung Jawab Lebih Tinggi'

Di kawasan itu, Kasto Wahyudi menjadi saksi sekaligus pelaku dari dua fase berbeda [ketika hutan bakau ditebang untuk kebutuhan ekonomi, hingga masa ketika ia memilih memperbaiki kerusakan yang pernah ditimbulkannya].

Angin laut berembus pelan di pesisir Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Deretan mangrove yang tumbuh rapat berdiri di sepanjang garis pantai.

BACA JUGA...  Akun “Rusman To” Disorot, Mukim Karang Baru Imbau Warga Tak Terprovokasi

Suara burung air terdengar bersahutan di antara rimbunnya dedaunan hijau.

Di kawasan itu, Kasto Wahyudi berdiri memandang hutan mangrove yang kini kembali tumbuh lebat. Baginya, kawasan tersebut menyimpan jejak masa lalu yang tidak mudah dilupakan.

“Saya sudah 15 tahun fokus menanam mangrove. Ini cara saya menebus kesalahan pada masa lalu,” kata Kasto kepada wartawan, belum lama ini.

Pada masa lalu, Kasto mengaku pernah terlibat dalam aktivitas penebangan mangrove untuk kebutuhan produksi arang bakau. Aktivitas tersebut saat itu menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat pesisir.

BACA JUGA...  KUALA YANG DANGKAL, NEGARA YANG DIUJI

Berita Terkait

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI
Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB

Pembangunan Masjid Babul Khairat di Kampung Suka Damai, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:45 WIB