MENAGIH KEPASTIAN DI TANAH PENGUNGSIAN

[Ilustrasi foto Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

“Saya dan BPBD Aceh Tamiang memohon maaf atas keterlambatan penyaluran dana bantuan stimulan. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat tidak dirugikan. Namun seluruh proses harus mengikuti petunjuk teknis dan pelaksanaan yang ditetapkan BNPB,” katanya.

[Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

  • Di Hadapan Mendagri, Armia Pahmi Membentangkan Data dan Kegelisahan 4.081 Kepala Keluarga Korban Bencana Aceh Tamiang

SUASANA RUANG pertemuan itu formal, nyaris kaku. Namun ketika Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, M.H., berdiri dan memegang mikrofon, nada bicaranya tidak sekadar menyampaikan laporan rutin.

BACA JUGA...  Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana

Di hadapan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Armia berbicara tentang rumah kala itu [atau lebih tepatnya, tentang ketiadaan rumah. Ia memaparkan angka-angka].

Tetapi di balik angka itu tersimpan wajah-wajah yang masih bertahan di hunian darurat, menunggu kepastian yang tak kunjung final.

885 TERBANGUN, RIBUAN MENANTI

ARMIA melaporkan, pembangunan hunian sementara (huntara) terus berjalan. Hingga kini, sebanyak 885 unit telah terbangun dan dihuni.

BACA JUGA...  PT SBA dan BMKG Pasang ARG, Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Aceh Besar

Rinciannya cukup konkret, 600 unit huntara Danantara berdiri di Kampung Simpang Empat, Upah, Kecamatan Karang Baru.

Di Kampung Bundar, kecamatan yang sama, 240 unit bantuan Kementerian PUPR telah ditempati.

Sepuluh unit bantuan Dompet Dhuafa hadir di Kampung Dalam. Sementara itu, 35 unit huntara Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) baru saja diresmikan penggunaannya pada 16 Februari 2026 di Kampung Durian, Kecamatan Rantau.

Angka itu terdengar melegakan. Namun ketika disandingkan dengan total kebutuhan, situasinya berubah drastis.

Masih ada 3.081 unit huntara yang berada dalam tahap pembangunan. Rinciannya tersebar dalam berbagai skema bantuan; 1.233 unit huntara BNPB terpusat, 614 unit BNPB in-situ, 819 unit dari Kementerian PU yang tersebar di empat titik, 117 unit Dompet Dhuafa, 30 unit Baznas, 165 unit overlanding Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, 125 unit Merci, 10 unit Relief Box, dan 65 unit GPCI.

Jika ditotal, kebutuhan huntara di Aceh Tamiang mencapai 3.081 unit.