MENAGIH KEPASTIAN DI TANAH PENGUNGSIAN

Minggu, 22 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[Ilustrasi foto Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

[Ilustrasi foto Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

Masalah klasik administrasi kependudukan kembali muncul ke permukaan. Ada NIK kosong. Ada nama berbeda antara KTP dan KK. Ada warga yang merasa berhak namun belum terdata. Ada pula yang tercatat dua kali.

Dalam situasi pascabencana, kesalahan kecil bisa berujung pada kecemburuan sosial.

Armia mengakui, inilah salah satu penyebab keterlambatan penyaluran dana bantuan stimulan.

BACA JUGA...  Jelang HUT Kemerdekaan RI ke 80, Bupati Ajak Warga Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Permohonan maaf itu bukan basa-basi politik. Di lapangan, tekanan sosial terus berdatangan. Warga menagih kepastian. Pemerintah desa meminta percepatan. Media sosial menjadi ruang keluh kesah.

KALAKS YANG TURUN KE LAPANGAN

DI TENGAH kerumitan itu, Armia memberi apresiasi khusus kepada Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STP., M.SP. Ia menyebut bawahannya itu bekerja tanpa mengenal waktu.

BACA JUGA...  PT. Waskita Bangun 204 Unit Huntara di Kampung Tunyang

“Meski hari libur, beliau tetap turun mendata, mengevaluasi, dan menganalisis korban bencana agar tidak ada yang tertinggal,” ujar Armia.

Tim Verval mendatangi rumah-rumah warga. Mereka mencocokkan identitas, memeriksa dokumen, dan memperbaiki kesalahan input data. Proses ini seringkali berlangsung alot.

Ada warga yang tidak memahami prosedur. Ada yang tersinggung ketika dinyatakan TMK. Ada pula yang baru menyadari dokumennya tidak sinkron.

BACA JUGA...  Di Tengah Anggaran Rp70 Miliar Lebih, Warga Korban Banjir Aceh Timur Terima Segenggam Daging Meugang

Berita Terkait

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terbaru

Saat peluncuran program gerakan menanam pada acara HUT Kota Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, Ahad, (11/10).

PEMERINTAHAN

Tarmizi Luncurkan Gerakan Menanam

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:25 WIB

Rapat kepengurusan SMSI Aceh Utara dalam mempersiapkan pelantikan dan penganugrahan di Cafe SPBU Teuping Punti, Ahad (11/10).

RAGAM BERITA

SMSI Aceh Utara Siapkan Anugerah 2026 Pada Pelantikan Desember 

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:14 WIB

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB