PIDIE JAYA | MA — Program mahasiswa berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan daerah di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.
Setiap program studi yang terlibat mengerahkan minimal 50 orang mahasiswa, dengan pembentukan posko lapangan (kob desk) untuk mengkoordinasikan kegiatan dan memantau progres secara jelas.
Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK), Azmi dan Cahyo, menyampaikan pada mediaaceh.co.id Selasa 3 Feb 2026, bahwa pekerjaan fokus utama adalah penyehatan sistem drainase dan pembersihan tanah dari lumpur akibat banjir bandang. Hal ini selaras dengan prioritas Kemendikti yang menekankan pada penanganan drainase serta pembersihan lumpur dan debu di wilayah terdampak.
koordinator lapangan Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Adit, menjelaskan bahwa potensi mahasiswa difokuskan untuk membantu warga melalui pembersihan lingkungan, terutama pada sektor drainase dan revitalisasi sumber air bersih.
Kegiatan konkret telah dilakukan di Desa Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meuredu. Meskipun menggunakan peralatan yang sederhana, semangat para mahasiswa sangat tinggi dalam menjalankan tugas.



