Program Mahasiswa Berdampak Kemendikti Bantu Pemulihan Daerah Bencana di Aceh 

Selasa, 3 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para mahasiswa sedang membersihkan wilayah terdampak bencana di Pidie Jaya.

Para mahasiswa sedang membersihkan wilayah terdampak bencana di Pidie Jaya.

PIDIE  JAYA | MA — Program mahasiswa berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan daerah di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Setiap program studi yang terlibat mengerahkan minimal 50 orang mahasiswa, dengan pembentukan posko lapangan (kob desk) untuk mengkoordinasikan kegiatan dan memantau progres secara jelas.

BACA JUGA...  Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK), Azmi dan Cahyo, menyampaikan pada mediaaceh.co.id Selasa 3 Feb 2026, bahwa pekerjaan fokus utama adalah penyehatan sistem drainase dan pembersihan tanah dari lumpur akibat banjir bandang. Hal ini selaras dengan prioritas Kemendikti yang menekankan pada penanganan drainase serta pembersihan lumpur dan debu di wilayah terdampak.

BACA JUGA...  Cegah Stroke Melalui Pemberdayaan Penderita Hipertensi 

koordinator lapangan Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Adit, menjelaskan bahwa potensi mahasiswa difokuskan untuk membantu warga melalui pembersihan lingkungan, terutama pada sektor drainase dan revitalisasi sumber air bersih.

Kegiatan konkret telah dilakukan di Desa Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meuredu. Meskipun menggunakan peralatan yang sederhana, semangat para mahasiswa sangat tinggi dalam menjalankan tugas.

BACA JUGA...  BPBA Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Gerakan Komunitas PRB Sungai

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB