Jangan Ulangi Luka Lama: Aceh Tidak Butuh Pendekatan Militeristik

Sabtu, 27 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Demokrasi Aceh Sulaiman Manaf. Foto : Ist.

Aktivis Demokrasi Aceh Sulaiman Manaf. Foto : Ist.

Oleh: Sulaiman Manaf

ACEH adalah tanah yang pernah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang senjata. Sejarah Daerah Operasi Militer (DOM) bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan luka terbuka yang hingga kini belum sepenuhnya sembuh. Periode 1989–1998 menjadi bab paling kelam dalam sejarah modern Aceh, ketika pendekatan keamanan dijalankan melalui operasi militer berskala besar.

BACA JUGA...  Kongres Persatuan PWI yang Diragukan Persatuannya

Pada masa itu, Aceh ditetapkan sebagai wilayah DOM oleh pemerintah pusat. Penetapan tersebut berlangsung saat Ibrahim Hasan menjabat Gubernur Aceh (1986–1993). Dalam berbagai catatan sejarah dan penelitian akademik, pemerintah daerah kala itu aktif melaporkan situasi keamanan Aceh kepada Jakarta, yang kemudian direspons dengan pengerahan besar-besaran pasukan TNI dan Polri ke Aceh.

BACA JUGA...  Polemik Bioskop di Aceh: Solusi Rebranding dan Transformasi Teknologi

Konsekuensi dari kebijakan tersebut sangat serius. Laporan lembaga hak asasi manusia—baik nasional maupun internasional—mencatat terjadinya penyiksaan, pembunuhan di luar proses hukum, penghilangan paksa, pemerkosaan, serta perampasan harta benda warga sipil. Situs-situs seperti Rumoh Geudong di Pidie menjadi simbol praktik kekerasan negara yang meninggalkan trauma lintas generasi.

Rakyat Aceh tidak anti keamanan. Namun rakyat Aceh trauma pada keamanan yang dijalankan dengan pendekatan militeristik. Fakta historis menunjukkan, setiap kali jumlah pasukan bersenjata ditambah, ruang sipil justru menyempit. Ketakutan menggantikan rasa aman, dan kekerasan menjadi bahasa sehari-hari.

BACA JUGA...  Hadi Surya: Patut Diduga Batas Daratan Bergeser, Maka Pulau Terlepas

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

NANGGROE

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:54 WIB

Wakapolres Asel bersama PJU Polres foto bersama seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

RAGAM BERITA

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:19 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah, Gunawan Putra,

PEMERINTAHAN

APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:09 WIB

NEWS FEATURE

Konflik HGU Aceh Timur Memasuki Fase Kritis

Kamis, 1 Okt 2026 - 11:26 WIB