“Medannya sangat ekstrem. Karena itu teman-teman STR dan IDI Jakarta mempercayakan JAC sebagai penunjuk jalan. Kami hanya ingin memastikan bantuan dan dokter benar-benar sampai.”
[Amir. Anggota JAC Indonesia]
JALAN tanah itu bukan lagi jalan. Lumpur setebal betis orang dewasa, bekas longsoran bukit yang runtuh, serta batang-batang kayu besar yang melintang di badan jalur menjadi saksi betapa Kampung Sekumur, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang, masih terkurung dalam luka panjang bencana ekologis November 2025 lalu.
Di ujung jalur terputus itulah, rombongan Jeep Adventure Club (JAC) Indonesia bersama Saturday Trail Racing (STR) akhirnya menghentikan kendaraan. Mesin dimatikan.
Pintu dibuka. Sunyi sejenak. Lalu suara tangis pecah—bukan dari korban, melainkan dari relawan yang tak kuasa menahan haru melihat senyum dan lambaian tangan warga pengungsian.
Itulah hari kedua penyaluran bantuan JAC ke Aceh Tamiang. Sepekan sebelumnya, sembako telah disalurkan ke Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka. Kali ini, sasaran bantuan adalah wilayah yang disebut relawan sebagai “Paling parah terdampak”; Kampung Sekumur.
KOLABORASI DI TENGAH MEDAN EKSTREM
BANTUAN sesi kedua ini bukan sekadar distribusi logistik. JAC dan STR berkolaborasi membawa sembako langsung ke bilik-bilik camp pengungsian. Lebih dari itu, mereka membawa sesuatu yang jauh lebih dibutuhkan warga Sekumur: layanan medis.





