IWO Aceh Kecam Pemilik Akun FB Rifat Putra Aceh

Kamis, 6 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA, (MA) | Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Pemerintah Aceh Muhammad Abubakar meminta pada akun Facebook Rifat Putra Aceh untuk menghentikan melakukan atau memposting ujaran kebencian.

Apa yang dilakukan oleh akun Facebook Rifat Putra Aceh sangat mencederai profesi wartawan, kalau memang ada pemerasan silakan melapor ke penegak hukum. Karena wartawan tugasnya menulis bukan memeras.

“IWO Aceh mendorong orang orang atau pejabat yang merasa diperas oleh oknum yang mengaku dirinya wartawan untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib, kita siap mendampingi korban untuk membuat laporan, “jelas Muhammad Abubakar dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi mediaaceh.co.id, Selasa (04/92/2020).

BACA JUGA...  Geuchik Seuneubok  Pase Bantah Tundingan Kegiatan Fiktif

IWO Aceh juga meminta kepada oknum pemilik media untuk melakukan seleksi terhadap calon wartawan, dan menghentikan segala bentuk penjualan Kartu Pers dengan dalih apapun, “jelas Abubakar.

Menurut Ketua PW-IWO Provinsi Aceh, banyak perusahaan media asal rekrut wartawan asal membayar uang kartu mulai Rp 150.000 hingga Rp 300.000, sudah menjadi wartawan, akibatnya telah merusak citra wartawan.

BACA JUGA...  205 Pohon Ganja Ditemukan Di Hutan Manggrove

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Pasal 45 ayat (2) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00,- (Satu miliar rupiah). (Mustafa).

BACA JUGA...  KPK Luncurkan 10 Desa Antikorupsi Tahun 2022

Berita Terkait

Pria Bercadar Ditangkap Satreskrim Polres Aceh Barat 
Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 
Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi
Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka
Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:56 WIB

Pria Bercadar Ditangkap Satreskrim Polres Aceh Barat 

Rabu, 4 November 2026 - 14:28 WIB

Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 

Minggu, 1 November 2026 - 17:38 WIB

Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi

Minggu, 1 November 2026 - 12:29 WIB

Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB