Film “Black Coffee” merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah, pengusaha, masyarakat, dan pelaku budaya dari Tanah Gayo.
Sedangkan, Ina Marapati menambahkan bahwa film ini akan menjadi cerita yang kuat, penuh perjuangan, dan ketulusan.
“Kami percaya bahwa film ini akan menjadi salah satu karya yang terbaik dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” kata Ina.
Dengan kehadiran seniman Gayo dan tokoh masyarakat Gayo dalam acara syukuran, diharapkan film ini dapat menjadi representasi yang baik bagi masyarakat Aceh Tengah dan Indonesia.
“Semoga film “Black Coffee” dapat menjadi salah satu ikon kebanggaan Aceh Tengah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kebudayaan dan keindahan alam,” ungkapnya.
Sementara salah seorang warga yang berkebun di pantan Terong kecamatan Bebesen, merasa gembira karena lokasi kebunnya, menjadi salah satu tempat pembuatan film tersebut,
” Ya, saya sangat gembira begitu juga dengan pembuatan rumah yang penuh klasik dan khas ke gayo-an tempo dulu, ” ucapnya. (AR)




