Sulaiman Manaf: Mualem Kunci MoU Helsinki, KKR Harus Lebih Produktif

Ketua LPN Sulaiman Manaf.

BANDA ACEH | MA Ketua Laskar Panglima Nanggroe (LPN), Sulaiman Manaf, menegaskan bahwa Muzakir Manaf (Mualem) adalah figur kunci dalam menuntaskan implementasi MoU Helsinki. Ia juga mendorong Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh agar lebih produktif dalam menyelesaikan persoalan keadilan bagi korban konflik.

“Kita butuh sosok yang benar-benar memahami sejarah perjuangan Aceh dan bisa mengawal perjanjian Helsinki dengan serius. Saya yakin Mualem adalah figur yang paling tepat untuk itu,” ujar Sulaiman Manaf, Kamis (27/3).

BACA JUGA...  Hamdani Bantu Masyarakat Seureke Saat Pasar Murah Berlangsung 

Menurutnya, masih banyak butir dalam MoU Helsinki yang belum terealisasi, seperti kewenangan Aceh dalam pengelolaan sumber daya alam, politik, serta hak-hak mantan kombatan dan korban konflik. “Sudah hampir dua dekade sejak perjanjian ditandatangani, tapi banyak janji yang belum ditunaikan. Pemimpin Aceh harus lebih proaktif,” tegasnya.

Selain itu, Sulaiman juga menyoroti pentingnya peran KKR Aceh dalam penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu. Ia mendesak agar lembaga ini bekerja lebih progresif dalam mendokumentasikan kasus serta mendorong kebijakan yang berpihak pada korban.

BACA JUGA...  Mualem-Dek Fad Siap "All Out" Menang di Pilgub Aceh, Strategi Terbaru Diumumkan!

“KKR Aceh harus lebih maksimal dalam memperjuangkan hak-hak korban konflik. Jangan sampai KKR hanya menjadi simbol tanpa hasil nyata. Pemerintah Aceh juga harus serius mendukung agar lembaga ini bisa menjalankan tugasnya secara efektif,” tambahnya.