Sulaiman Manaf menegaskan bahwa solusi untuk menghindari dampak dari monopoli dan korupsi Pertamina adalah dengan mempercepat pembentukan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) di sektor migas yang berdiri secara mandiri tanpa dikendalikan oleh Pertamina.
“Kita tidak bisa terus menerus menjadi korban permainan mafia minyak. Aceh harus membangun infrastruktur distribusi BBM sendiri, menggandeng investor yang kredibel, dan mengoptimalkan bagi hasil migas sesuai UUPA,” ujarnya.
Langkah konkret yang diusulkan Sulaiman kepada Mualem:
1. Membangun Kilang Mini di Aceh
Aceh harus segera memiliki kilang sendiri agar tidak bergantung pada impor BBM yang rentan dimanipulasi oleh para broker minyak.
2. Menyusun Perda Pengelolaan Migas Aceh
Peraturan daerah ini harus menegaskan bahwa Aceh berhak mengelola dan mendistribusikan BBM sendiri, tanpa intervensi monopoli dari Pertamina.
3. Audit Independen terhadap Pendistribusian BBM di Aceh
Menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengusut potensi pelanggaran hukum dalam distribusi BBM.
4. Menuntut Hak Kuota BBM Aceh
Aceh harus mendapatkan jatah kuota BBM yang sesuai dengan produksi migasnya, bukan sekadar mengikuti mekanisme nasional yang kerap merugikan daerah.




