BANDA ACEH | MA – Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, angkat bicara soal skandal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Patra Niaga yang ditaksir merugikan negara hingga Rp. 1 kuadriliun atau setara 1.000 triliun.
Menurutnya, permainan monopoli dan praktik koruptif ini bukan hanya merugikan rakyat Indonesia, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Aceh, yang memiliki kekayaan migas melimpah namun masih bergantung pada mekanisme distribusi yang dikendalikan oleh Jakarta.
“Dalam konteks Aceh, ini bukan sekadar soal harga BBM yang mahal atau permainan harga impor. Ini adalah penjajahan ekonomi yang dilakukan secara sistematis oleh oligarki minyak. Kita punya gas, kita punya minyak, tapi kenapa rakyat Aceh masih harus membeli BBM dengan harga tinggi?” tegas Sulaiman Manaf, Rabu (05/03/2025).
Ia mendesak Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf alias Mualem untuk segera mengambil langkah strategis dalam menghadapi monopoli Pertamina.
Menurutnya, Aceh harus mengoptimalkan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang memberi kewenangan khusus kepada Aceh dalam pengelolaan sumber daya alam.
Solusi Sulaiman Manaf: Aceh Kelola Migas Sendiri!





