“Saya sangat suka mempelajari sejarah, dengan adanya kegiatan di Museum ini tentu menambah nilai pengetahuan saya karena bisa melihat langsung benda-benda bersejarah,” katanya.
Gomos berharap UPTD Museum Aceh menjadikan kompetisi tersebut sebagai agenda rutin tahunan sebagai upaya menambah wawasan semua peserta didik di Aceh.
“Sekarang sudah banyak anak muda yang hampir melupakan sejarah , dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi tantangan siswa untuk menggali nilai sejarah dan perjuangan,” ungkapnya.
_Museum Aceh Terus Berinovasi_
Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah menjelaskan bangunan museum yang berdiri sejak 31 Juli 1915 itu kini terus berinovasi untuk menarik minat kunjungan wisatawan dan generasi muda Aceh dalam mengenal budaya dan sejarah.
Beragam upaya dilakukan pihaknya untuk mengenalkan fungsi museum sebagai lembaga pelestarian warisan sejarah dan budaya, edukasi, riset, rekreasi, serta menyebarkan informasinya kepada masyarakat.
“Dalam upaya edukasi, kita juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi, baik dalam hal sumber pembelajaran sejarah dan budaya, konservasi benda bersejarah maupun melakukan kajian-kajian. Lalu, hingga kini Museum Aceh memiliki 6.680 koleksi dan telah mendigitalisasinya,” ungkap Mudha di Kompleks Museum Aceh, Senin, 31 Juli 2023.




