Selamat! Desa Wisata Iboih Sabang Pecahkan Rekor MURI dan Juara 1 ADWI 2023

Senin, 28 Agustus 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan penghargaan kepada desa wisata Iboih Sabang.

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan penghargaan kepada desa wisata Iboih Sabang.

JAKARTA (MA) – Gampong Iboih, Kota Sabang, Provinsi Aceh memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai ‘Desa Wisata dengan Populasi Lumba-Lumba Terbanyak’.

Kabar menggembirakan itu diumumkan saat gala dinner 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)) 2023 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), DKI Jakarta, Minggu, 27 Agustus 2023.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno kepada Sekretaris kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Suhaimi beserta Keuchik Iskandar dan Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi. Turut hadir menyaksikan Ketum MURI, Prof Jaya Suprana.

Ada 14 desa wisata di Indonesia yang mendapat penghargaan rekor MURI tahun ini. Desa Wisata Iboih merupakan salah satunya.

BACA JUGA...  Disdikpora Kota Sabang Laksanakan Bimbingan Teknis Penguatan Pendidikan Keluarga

Tak hanya itu, tiga desa wisata di Aceh juga turut mendapat penghargaan pada malam ADWI 2023 yang dilaksanakan di Gedung Teater Tanah Airku, TMII.

Desa Wisata Iboih didaulat sebagai juara 1 kategori kelembagaan dan CHSE, sedangkan Desa Wisata Lubok Sukon, Aceh Besar meraih juara harapan di kategori yang sama. Sementara Desa Wisata Aneuk Laot, Sabang, juga mendapat juara harapan kategori suvenir.

Atas torehan itu, Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi merasa bangga lantaran dua desa wisata di daerahnya mampu mengukir prestasi di kancah nasional.

BACA JUGA...  Tgk Agam Lantik Tgk Agam Sebagai Walikota Sabang

Ia menilai, kedua penghargaan itu menjadi pemicu pihaknya untuk bekerja lebih baik lagi guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Anugerah ADWI tadi memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas atraksi wisata yang ada di desa kami, sehingga turis makin banyak yang datang dan semakin nyaman,” ujar Reza.

Di lokasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal mengucapkan selamat kepada para penggerak di tiga desa wisata Aceh yang menerima penghargaan ADWI 2023.

“Alhamdulillah selamat kepada Desa Wisata Iboih, Aneuk Laot dan Lubok Sukon peraih penghargaan ADWI 2023. Jangan berhenti sampai di sini, teruslah berinovasi, mempromosikan dan mengembangkan potensi lainnya,” kata Almuniza.

BACA JUGA...  Pagelaran Promosi Adat dan Budaya Aceh Tamiang, Kadisbudpar Bangga

Almuniza berharap anugerah yang diraih ketiga desa wisata menjadi pemicu motivasi kepada desa-desa lainnya guna mengembangkan potensi pariwisatanya.

“Mudah-mudahan nanti semakin banyak bermunculan desa wisata lainnya di Aceh yang berkualitas, mandiri, dan memiliki daya saing, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Kami berkomitmen akan terus mengembangkan desa wisata sebagai aset pariwisata unggulan yang mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, serta pelestarian budaya dan alam,” pungkasnya. (R).

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB