Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa

Kamis, 13 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa.

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa.

USMAN lalu menyebut konsep lieux de mémoire dari Pierre Nora [ruang ingatan tempat identitas bangsa dibangun]. “Sayangnya, ruang itu kerap dimonopoli negara,” katanya. “Monumen, simbol, dan gelar kehormatan menjadi alat legitimasi untuk mengukuhkan narasi penguasa.”

Akibatnya, terjadi asimetris memori di benak publik. Tokoh-tokoh yang dianggap ‘bermasalah’ oleh kekuasaan tersingkir dari sejarah resmi. “Padahal, banyak dari mereka memiliki kontribusi besar bagi republik,” tuturnya.

BACA JUGA...  LUMPUR YANG MENUNGGU NEGARA

Alih-alih menjadi refleksi kritis atas masa lalu, sejarah berubah menjadi alat justifikasi bagi kepentingan masa kini. “Kita terjebak dalam sejarah yang dibuat untuk meneguhkan kekuasaan, bukan untuk memahami kebenaran,” ujarnya pelan.

Sejarah yang Terus Dinegosiasikan.

BAGI Usman, objektivitas mutlak dalam sejarah adalah mitos yang menenangkan. “Tak ada sejarah yang benar-benar netral,” katanya. “Sejarah adalah produk sosial yang terus dinegosiasikan [antara penguasa, penulis, dan masyarakat].

BACA JUGA...  TAPD Aceh Selatan di Kendalikan Pj. Bupati

Ia menegaskan pentingnya peran akademisi dan sejarawan masa kini untuk membongkar narasi resmi dan menghadirkan kembali suara-suara yang pernah dibungkam.

“Tugas sejarawan bukan hanya mencatat peristiwa,” katanya menutup perbincangan. “Tugas kita adalah membongkar kebenaran yang dikonstruksi kekuasaan. Karena di sanalah sejarah yang sebenarnya bekerja; bukan sebagai dokumen, tapi sebagai perlawanan.”

Di tengah hiruk-pikuk perayaan hari pahlawan dan maraknya wacana penghargaan negara, suara Dr. Usman Lamreung mengingatkan bahwa sejarah bukan milik penguasa, melainkan milik ingatan kolektif bangsa.

BACA JUGA...  Kesaksian Rakyat di Bawah Sumur Minyak; Kisah Kezaliman Menyakitkan dari Rantau Field

Berita Terkait

Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB