BANNER IKLAN

Satgas Covid19 Gabungan Perketat Jaga Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

  • Bagikan

example banner

 288 total views,  1 views today

example banner

Kapolda Aceh mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan untuk memberikan spirit bagi petugas yang berjaga, disamping melihat kesiapan petugas juga agar kebijakan aturan benar-benar dijalankan.

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Satuan Tugas (Satgas) Covid19 Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang perketat jaga pos Check Point perbatasan Aceh – Sumatera Utara.

Kapolda Aceh, Irjend Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil. Sabtu, 8 Mei 2021 berkunjung ke Pos Check Point perbatasan Aceh – Sumatera, melihat langsung kesiapan Satgas Covid19 gabungan yang bertugas diwilayah tersebut.

Kapolda Aceh mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan untuk memberikan spirit bagi petugas yang berjaga, disamping melihat kesiapan petugas juga agar kebijakan aturan benar-benar dijalankan.

“Ini dilakukan Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid19 terhadap masyarakat yang ingin keluar masuk dari dan ke wilayah Aceh – Sumatera Utara,” Jelas Wahyu.

Balik hadap, travel penumpang yang masuk ke Aceh diperintah balik ke arah sumatera utara

Tampak Tim Covid19 Kabupaten Aceh Tamiang yang tergabung dalam satuan Anggota Polres Aceh Tamiang, Kodim 0117, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Aceh Tamiang mulai melakukan Razia Mudik Lebaran di Perbatasan Aceh – Sumatra, yang diterapkan mulai 6 – 17 Mei 2021, tepatnya di Jembatan Timbang Digital Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda.

Dilansir mediaaceh.co.id dilapangan pada pukul 15.00 Wib, terlihat petugas yang bergabung dari ke Polisian Polres Aceh Tamiang, TNI jajaran Kodim 0117/Atam, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP secara disiplin telah melakukan pemeriksaan mobil pribadi, bus mini angkutan umum (penumpang) yang melintas baik dari Sumatra maupun dari Aceh yang tidak sesuai kreteria dan tidak melengkapi surat surat yang telah ditentukan tidak dibenarkan lewat ,

Ipda Andi, petugas Polres Aceh Tamiang, selaku Perwira Pengendali pada oprasi itu menjelaskan pada Media Aceh “Hal ini dilakukan sesuai dengan Permenhub , peraturan mentri Perhubungan No 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Tentang Larangan mudik dengan kendaran umum (penumpang) dan kendaraan perorangan. Dengan pengecualian untuk penumpang yang memenuhi kriteria seperti, sedang melakukan perjalanan dinas, bekerja dan instansi lainnya yang dilengkapi dengan surat perjalanan dinas, atau kondisi mendesak seperti melahirkan dan kondisi sakit, dibenarkan dan perbolehkan melintas.

“Selanjutnya Mobil angkutan barang atau logistik, mobil ambulance, mobil pemadam, diperbolekan untuk melintas”, jelas Ipda Andi. (*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *