example banner

oleh

PTK Kebal Hukum, Timbun Resapan Air Tanpa Ijin

example banner

example banner

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Proyek pengembang properti (Perumahan) milik PT. Pillar Tamiang Kontruksi (PTK) di Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Menimbun Daerah Resapan Air, Sungai Mati untuk memperluas wilayah perumahan.

Padahal, selain sungai mati yang dijadikan daerah resapan air (embung) sebagai pengendali banjir, di Kampung Kebun Tanah Terban itu, malah ditimbun oleh pihak PT. PTK seluas 9.900 meter persegi, hasil pengukuran google map.

Selain memperluas wilayah perumahan, dengan menimbun embung tanpa ijin, PT. PTK juga sudah melakukan perusakan lingkungan dengan timbunan tersebut.

Sebab, sudah merubah bentangan alam, yang sepatutnya dijaga, sebaliknya bukan merusak dan merubah bentangan. Terindikasi PT. PTK sudah menyalahi kaidah yuridis formal terkait dokumen lingkungan.

Begitu penegasan Datok Penghulu (kepala desa) Kampung Kebun Tanah Terban, Muhammad Deni; pada mediaaceh.co.id, Sabtu, 9 Januari 2021 di Karang Baru.

Padahal, Deni sudah memperingatkan pihak PT. PTK berulang kali, untuk tidak menimbun resapan air, meski secara lisan, tapi pihak pengembang membandel dan menimbul resapan air tersebut.

Pihak pengembang sudah berulang kali minta ijin penimbunan resapan tersebut, tapi Deni dengan tegas menolak dan tak pernah memberi ijin, baik secara lisan atau tertulis.

“Saya akan laporkan pihak pengembang, ke Pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang) dan ke pihak yang berwajib, sebab, selain sudah merubah bentangan alam dengan menimbun, juga merusak resapan air kampung kami,” tegas Deni.

Selain itu, diatas tanah daerah serapan air yang ditimbun PT PTK sudah berdiri rumah type 45, “Inikan menyalahi aturan lingkungan,” kata Deni.

Seharusnya, pihak pengembang melakukan koordinasi, bukan sesukanya saja menimbun tanpa meminta ijin dengan pihak pemerintahan kampung.

“Kalau serapan air ini ditimbun, akan menimbulkan banjir, jika intensitas debit air hujan melebihi ambang batas normal. Kami bersama warga Kampung Kebun Tanah Terban menolak dengan tegas penimbunan itu dan secepatnya saya akan buat laporan kepihak berwajib,” tegas Deni.

Untuk kebenaran terkait penimbunan Sungai Mati tersebut, ketika dihubungi pihak PT. Pillar Tamiang Kontruksi (PTK) mengatakan bahwa pihaknya tidak ada menimbun Sungai Mati yang berada pada Proyek Pengembang Properti (Perumahan) di Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. “Kami tidak ada menimbun Sungai Mati yang berada di daerah lokasi perumahan,” sebut Taufiq Ramadhan (Apep) mengakhiri. (*)

 

 

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..