Bireuen, (MA) – Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, akan dijadikan proyek percontohan Bebas stunting di Kabupaten Bireuen, kata dr Irwan A Gani, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen pada acara sosialisasi pencegahan Stunting di desa tersebut, Kamis (7/11).
Hadir dalam kesempatan Tersebut, Camat Jeumpa, Zulbahri, S.Sos beserta unsur Forkopincam Jeumpa, Geuchik Gampong Sarah Sirong, Yusri A Rahman dan perangkatnya, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar, Mukhlis Aminullah, Sekcam Jeumpa, Khaidir Abet, Kepala Puskesmas Jeumpa, Nana Dhiana, SKM yang sekaligus menjadi pemandu pemberian penghargaan dan paket sehat, yang didukung Bides Desa Sarah Sirong, Ulyana, Amd.Keb, yang berlangsung sangat meriah, apalagi dengan hadirnya ibu-ibu hamil, ibu menyusui beserta putra/putrinya yang begitu ramai.
Menurut dr Irwan, Desa Salah Sirong Jaya sangat wajar untuk dijadikan Proyek Percontohan bebas stunting, mengingat di desa tersebut, tidak ada angka kematian ibu hamil, dan tidak ada gizi buruk di desa tersebut, serta tidak ada anak stunting.
Ia berharap kepada ibu-ibu yang melahirkan anaknya untuk memberi asi ekslusif kepada anaknya selama enam bulan non stop (optimal). Setelah tu, bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun, kata dr Irwan.
Geuchik Salah Sirong Jaya, Yusri A Rahman mengemukakan pada dasarnya, warga yang dipimpinnya ngaku tidak mengenal apa yang namanya stunting, tapi dengan adanya acara seperti ini, masyarakat akan semakin tahu apa itu stunting dan pencegahannya.
Dirinya juga mengatakan jika desanya ditabalkan sebagai pilot projek bebas stunting, sangat mengapresiasinya serta memuji pula Bidan Desa Ulyana, Amd.Keb yang pernah menjadi bidan teladan yang membuat berbagai kegiatan kesehatan di desa pebukitan ini.
Juga turut memberi sambutan Camat Jeumpa, Zulbahri, S.Sos yang mengatakan sangat bangga dengan kemajuan di bidang kesehatan di desa Salah Sirong Jaya, sehingga kelak perlu ditingkatkan lagi. Sementara bidang lainnya, yaitu infratuktur jalan pada tahun 2020, akan semakin banyak jalan yang akan mudah dilintasi, seperti hubungan Salah Sirong Jaya ke Pante Peusangan.
Sementara Tenaga Ahli PSD Kabupaten Breuen, Mukhlis Aminullah yang menjadi pemateri ke dua menyebutkan jika pencegahan stunting itu, merupakan program nasional yang harus dilaksanakan setiap desa di Indonesia. Dana yang digunakan untuk kegiatan stunting dan diwarnai pemberian pengahargaan, paket sehat, dan berbagai paket sehat lainnya, bersumber dari dana desa.
“Jadi sudah ada komitmen, bila Sarah Sirong menjadi desa bebas Stunting,” sebut Mukhlis seraya menyatakan syukurnya jika desa tersebut tidak ada gizi buruk, dan lain-lain, mengingat aktifnya posyandu yang dipimpin Bidan Desa setempat, serta upaya Geuchiek Sarah Sirong dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di desanya serta andil pula pendamping desa dalam kegiatan pembangunan di desanya, Pungkasnya. (Maimun Mirdaz).




