Riki Rikardo Bantah Tuduhan Pemalsuan dan Penyalahgunaan Aset Desa Kuala Penaga

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Demikian pula soal dugaan hilangnya lembu milik BUMK. Riki menuturkan, tidak pernah ada penyerahan lembu kepada dirinya sejak awal menjabat sebagai Datok Penghulu pada tahun 2019.

Bahkan sebut Riki, dirinya hanya menerima Stempel Desa dan Kereta Dinas dari Datok Penghulu lama, tidak lebih hanya itu saja yang diberikan kepada dirinya.

“Saya tidak tahu asal usul lembu itu karena saat saya menjabat tidak pernah ada serah terima,” ujarnya.

Klarifikasi Soal Dana Desa dan Musyawarah Kampung.

BACA JUGA...  LIRA: Kejati Aceh Segera Periksa Kasbon Gayo Lues dan Hibah PDAM

Menjawab tudingan bahwa penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak transparan dan tidak melalui musyawarah, Riki menegaskan semua kebijakan keuangan desa selalu dibahas dalam musyawarah kampung yang dihadiri perangkat desa, pendamping desa, serta perwakilan kecamatan.

“Semua kegiatan sudah melalui proses musyawarah dan memiliki bukti-bukti administrasi yang sah di Gedung Serba Guna Desa,” katanya.

Tanggapan Terhadap Akun Media “Garang”.

BACA JUGA...  Densus 88 Tangkap Dua ASN di Aceh, Diduga Terlibat Terorisme

Riki juga menyayangkan pemberitaan sepihak oleh akun media sosial Garang, yang menurutnya telah menyebarkan fitnah dan informasi tidak benar.

“Saya merasa difitnah. Semua tudingan itu tidak berdasar karena saya punya bukti-buktinya,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa akun Media Garang tidak menyoroti kasus penggunaan dana desa tahun 2017 sebesar lebih dari Rp200 juta oleh mantan Datok MY dan Sekretaris KMD, sebelum ia menjabat.

BACA JUGA...  Bupati Tamiang Sujud Syukur atas Putusan PTUN Banda Aceh

“Saya sudah tiga kali menyurati mereka agar mengembalikan dana tersebut, tapi tidak diindahkan. Kenapa Media Garang diam saja soal itu? Apakah karena ada kepentingan pihak tertentu?” sindirnya.

Dan masyarakatpun bertanya kepada Riki kenapa tidak ada tindak lanjut dari temuan penyimpangan DD tahun 2017 tersebut yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Nyangkutnya di mana?, tanya masyarakat kembali kepada Riki.

Berita Terkait

Pria Bercadar Ditangkap Satreskrim Polres Aceh Barat 
Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 
Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi
Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka
Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:56 WIB

Pria Bercadar Ditangkap Satreskrim Polres Aceh Barat 

Rabu, 4 November 2026 - 14:28 WIB

Diduga Korupsi DD Rp. 800 Juta Lebih, Keuchik di Kluet Utara Ditahan Polisi 

Minggu, 1 November 2026 - 17:38 WIB

Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi

Minggu, 1 November 2026 - 12:29 WIB

Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Berita Terbaru