“Sangat mudah untuk singgah kesana, tidak jauh dari jalan lintas KKA dari arah Pante Raya, hanya sekitar 50 meter, ayolah pak Bus, singgah sebentar saja,”harapnya.
Riga menilai proses pembangunan BMCC harus segera dirampungkan karena dikhawatirkan akan terbengkalai. Meskipun tahun 2023 lalu Pemerintah Aceh telah menganggarkan pembangunan lanjutan senilai Rp 4,3 miliar.
“Namun dengan anggaran saat itu, sangat jauh dari kata siap, banyak sisi gedung belum selesai dikerjakan, termasuk atap dan lain – lain. Kita khawatir, gedung ini terbengkalai,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap, Bustami Hamzah dapat meninjau langsung gedung BMCC agar menjadi catatan penting dalam proses pembangunan selanjutnya. Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung BMCC sudah berjalan sejak 2021 lalu.
Awalnya, gedung in dibangun untuk perhelatan akbar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se Provinsi Aceh yang ke 35. Tidak tanggung-tanggung, biaya pembangunan gedung tersebut mencapai Rp. 41 miliar dikerjakan oleh PT Pilar Jurong Sejati, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021 melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh.
Namun di akhir tahun, pembangunan gedung tidak selesai dikerjakan oleh rekanan lantaran putus kontrak dengan Pemerintah Aceh. Pelaksanaan MTQ yang dijadwalkan pada 2022 terpaksa tersebut dialihkan ke Lapangan Pacuan Kuda Sengeda, Bener Meriah.




