Reza Fahlevi: Terima Kasih Kepada Photografer Aceh

Kamis, 21 Desember 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Membahas PKA 7

Rapat Membahas PKA 7

Banda Aceh (ADC) – Pemerintah Aceh mengapresiasi pameran poto bersama yang diselenggarakan oleh lintas komunitas photografi. Karya-karya dari ujung lensa para photografer diyakini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjalin semangat kebersamaan untuk suksesnya pembangunan Aceh di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat membuka secara resmi Pameran Photo Bersama Lintas Komunitas dan Lintas Profesi. Kegiatan yang mengangkat tema Aceh To Day itu di pusatkan di Museum Tsunami Aceh, Rabu (20/12/2017).

“Terima kasih kepada photografer Aceh yang terlibat dalam pameran ini. Semoga pesan moral yang disampaikan pada pameran ini dapat diterima oleh masyarakat kita, sehingga masyarakat Aceh semakin memahami pentingnya kebersamaan dalam mendukung suksesnya pembangunan di daerah ini,” ujar  Reza Fahlevi mengutip pidato Wagub.

Tak semata menunjukkan kualitas seni photografi yang dimiliki para photografer Aceh, lebih dari itu, pameran ini diyakini sarat dengan pesan moral untuk disampaikan kepada masyarakat, di antaranya sebagai sarana saling mengingatkan bahwa bencana besar pernah memporak porandakan Bumi Serambi Mekah.

BACA JUGA...  37 Kepala UPT Kemenkumham Aceh Komit Wujudkan Pelayanan Publik Berbasis HAM

“Namun dengan semangat pantang menyerah Aceh terus berbenah sehingga akhirnya mengalami kemajuan pesat seperti yang kita rasakan sekarang ini.”

Selain itu, pameran poto dapat memberi pemahaman tentang kebencanaan dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena Aceh merupakan daerah yang berada dalam kawasan ring of fire, sehingga sangat rawan bencana.

“Meski demikian, kita jangan trauma atau selalu dicekam ketakutan. Pengetahuan yang baik tentang masalah kebencanaan tentu akan dapat membantu kita untuk memahami cara-cara terbaik dalam penanggulangan bencana.”

Pameran poto juga dianggap sebagai sarana yang sangat tepat untuk melihat kemajuan yang dicapai Aceh dalam kurun 13 tahun terakhir.

“Kemajuan ini tentu tidak tentu tidak bisa dilepaskan dari solidaritas yang ditunjukkan dunia. Hasil jepretan photografer Aceh tentu mengingatkan kita untuk terus memperkuat semangat solidaritas ini, sehingga kita dapat berbagi dan saling bekerjasama untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana.”

BACA JUGA...  Pernyataan Plt. Kadiskes Asel Yuhelmi Cerminan Sikap  Sombong

Pelaksanaan pameran poto ini diharapkan dapat menyampaikan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung gerak pembanguan di Aceh. Partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan diyakini mampu menghasilkan pembangunan yang baik.

“Hal terakhir dan yang paling penting adalah agar kita senantiasa ingat kepada Allah. Karena Allah lah yang menyusun skenario kehidupan kita. Oleh sebab itu ketaqwaan kepada Allah harus kita tingkatkan.”

Setelah 13 tahun Tsunami

Aceh hari ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan Aceh masa lalu, yang berisi berbagai kenangan dan cobaan. Salah satu ingatan yang membayang dalam benak masyarakat Aceh adalah bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 13 tahun silam.

Peristiwa itu merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia  dengan  jumlah korban yang sangat banyak, mencapai 200 ribu orang. Gelombang raya tsunami itu bahkan berimbas ke negara-negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Sri Langka dan India.

BACA JUGA...  Sekitar 988 Wisatawan Islamic Cruice Kunjungan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Melihat kerusakan yang diakibatkan tsunami, sulit membayangkan Aceh bisa bangkit dalam waktu singkat. Namun berkat kuatnya solidaritas internasional, dukungan untuk Aceh terus mengalir, sehingga dalam waktu empat tahun, berbagai perbaikan telah tampak di Bumi Serambi Mekah.

Sekarang, setelah 13 tahun tsunami, pembangunan Aceh semakin menunjukkan progres mengagumkan. Mereka yang tidak tahu tentang cerita tentang tsunami Aceh tentu akan sulit percaya bahwa Aceh pernah mengalami kerusakan yang amat parah akibat bencana.

“Beruntung  ketajaman mata lensa teman-teman photografer telah merekam semua perkembangan yang terjadi di Aceh selama ini. Dari hasil bidikan lensa kamera para photografer ini, masyarakat dapat mengetahui dinamika  pembangunan Aceh dari waktu ke waktu. Di sinilah kita dapat memahami betapa pentingnya peran para photografer dalam mengabadikan berbagai momen bersejarah yang ada di sekitar kita,” ungkap Kadis Kebudayaan dan Pariwisata. (r)

Berita Terkait

Teuku Adian Makmur Dilantik 
Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI
Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 
Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan
Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair
Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Lingkungan
Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair

Berita Terbaru

HUKOM

Tiga Residivis Kembali Ditangkap 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:46 WIB

PEMERINTAHAN

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:41 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Kamis, 20 Agu 2026 - 14:51 WIB